Jabatan merupakan amanah dan jabatan apapun yang dimiliki seseorang mengandung tanggung jawab yang tentunya harus dipertanggungjawabkan baik dihadapan institusi atau orang lain yang memberinya tanggung jawab tetapi juga harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS At-taubah: 105, "Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".
Puasa mengandung hikmah melatih seseorang untuk menjadi manusia yang bertaqwa dan berkualitas lahir dan bathin. Melatih manusia untuk memahami dan menyadari betul bahwa segala tindakan dan prilakunya sekecil apapun akan mendapat hisab di hadapan pengadilan Allah Yang Maha Adil. Oleh karena itu, dengan puasa, manusia dengan kualitas ketaqwaannya akan menyadari dan memahami amanah atas jabatan dan kekuasaan yang diembannya sehingga dia tidak akan menggunakannya sebagai sarana untuk memperkaya diri sendiri, bertindak semena-mena, bersikap arogan serta menginjak hak-hak orang lain.
Puasa dan Jabatan no komentar
Posted at 18.41 in Ramadhan
Diposting oleh
RADEN WAHYU on Minggu, 09 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Leave a Reply