Jabatan merupakan amanah dan jabatan apapun yang dimiliki seseorang mengandung tanggung jawab yang tentunya harus dipertanggungjawabkan baik dihadapan institusi atau orang lain yang memberinya tanggung jawab tetapi juga harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS At-taubah: 105, "Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".
Puasa mengandung hikmah melatih seseorang untuk menjadi manusia yang bertaqwa dan berkualitas lahir dan bathin. Melatih manusia untuk memahami dan menyadari betul bahwa segala tindakan dan prilakunya sekecil apapun akan mendapat hisab di hadapan pengadilan Allah Yang Maha Adil. Oleh karena itu, dengan puasa, manusia dengan kualitas ketaqwaannya akan menyadari dan memahami amanah atas jabatan dan kekuasaan yang diembannya sehingga dia tidak akan menggunakannya sebagai sarana untuk memperkaya diri sendiri, bertindak semena-mena, bersikap arogan serta menginjak hak-hak orang lain.
Puasa dan Jabatan no komentar
Posted at 18.41 in Ramadhan
Diposting oleh
RADEN WAHYU on Minggu, 09 Agustus 2009
SELAMAT DATANG RAMADHAN no komentar
Posted at 09.38 in Ramadhan
Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah dan magfiroh. Oleh karena itu, Sebagai umat islam kita harus mengambil hikmah semaksimal mungkin dari keberkahan Ramadhan. Sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh amaliyah.
Dalam Ramadhan yang akan segera datang, kita harus berupaya khusuk, sungguh-sungguh dan ikhlas dalam segala amalan ibadah yang kita laksanakan. Baik dalam menunaikan ibadah puasa itu sendiri maupun amaliyah-amaliyah lainnya seperti tilawah al qur'an, qiyamul lail, sholat taraweh, beritikaf di mesjid, memperbnyak do'a dan sodaqoh dan lain sebagainya sehingga kita meraih kesempurnaan ketaqwaan. Karena dengan semakin baik tingkat ketaqwaan, kita akan mampu melakukan perbaikan dalam hidup yang kita jalani. Baik dari segi hububungan vertikal dengan Allah SWt., maupun dari segi hubungan secara horizontal dengan sesama manusia.
Agar kita mampu menunaikan ibadah Ramadhan dengan optimal, tentunya dalam menyambut bulan Ramadhan ini, kita harus melakukan berbagai persiapan antara lain: pertama, mempersiapkan mental untuk menyambut kedatangannya, semisal dengan mempelajari dan memahami keutamaan-keutaman dari ibadah yang kita tunaikan pada bulan Ramadhan. Kedua, menggali pengetahuan tentang Ramadhan baik dari segi hukum maupun nilai dan hikmahnya. Hal ini penting agar kita bisa melaksanakannya sesuai dengan yang disyariatkan dan oleh karenanya ibadah kita diterima Allah SWT. Ketiga, Persiapan ruhiyah (spiritual). Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan puasa sunnah pada bulan sebelum Ramadhan, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:” Saya tidak melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim). Selain itu, dapat dilakukan dengan memperbanyak dzikir, do’a dll.
Marhaban Yaa Ramadhan.
Dalam Ramadhan yang akan segera datang, kita harus berupaya khusuk, sungguh-sungguh dan ikhlas dalam segala amalan ibadah yang kita laksanakan. Baik dalam menunaikan ibadah puasa itu sendiri maupun amaliyah-amaliyah lainnya seperti tilawah al qur'an, qiyamul lail, sholat taraweh, beritikaf di mesjid, memperbnyak do'a dan sodaqoh dan lain sebagainya sehingga kita meraih kesempurnaan ketaqwaan. Karena dengan semakin baik tingkat ketaqwaan, kita akan mampu melakukan perbaikan dalam hidup yang kita jalani. Baik dari segi hububungan vertikal dengan Allah SWt., maupun dari segi hubungan secara horizontal dengan sesama manusia.
Agar kita mampu menunaikan ibadah Ramadhan dengan optimal, tentunya dalam menyambut bulan Ramadhan ini, kita harus melakukan berbagai persiapan antara lain: pertama, mempersiapkan mental untuk menyambut kedatangannya, semisal dengan mempelajari dan memahami keutamaan-keutaman dari ibadah yang kita tunaikan pada bulan Ramadhan. Kedua, menggali pengetahuan tentang Ramadhan baik dari segi hukum maupun nilai dan hikmahnya. Hal ini penting agar kita bisa melaksanakannya sesuai dengan yang disyariatkan dan oleh karenanya ibadah kita diterima Allah SWT. Ketiga, Persiapan ruhiyah (spiritual). Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan puasa sunnah pada bulan sebelum Ramadhan, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:” Saya tidak melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim). Selain itu, dapat dilakukan dengan memperbanyak dzikir, do’a dll.
Marhaban Yaa Ramadhan.
Diposting oleh
RADEN WAHYU on
PUASA RAMADHAN DAN ... no komentar
Posted at 11.04 inPuasa dalam agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa Ramadhan hukumnya wajib sebagaimana Firman Allah,
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa" (Qs. Al-Baqarah 2: 183).
Langganan:
Postingan (Atom)
